

Dalam keberlangsungan bisnis, tentunya setiap perusahaan memiliki banyak tujuan, salah satunya adalah memaksimalkan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tata kelola perusahaan yang baik yang disebut sebagai good corporate governance. Tata kelola perusahaan yang baik berlandaskan beberapa prinsip yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran yang mana prinsip-prinsip tersebut mengacu pada perilaku yang beretika dan keberlanjutan. Artikel kali ini akan membahas salah satu yang paling mendasar yaitu prinsip transparansi.
Transparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan. Bisa diartikan bahwa dalam konteks corporate governance, transparansi berarti keterbukaan informasi yang relevan dengan pihak-pihak yang berkepentingan – mulai dari pemegang saham, karyawan, regulator, hingga masyarakat umum. Ini bukan berarti segala aspek seperti ‘resep rahasia dapur’ perusahaan juga harus dibuka di publik. Hal yang dimaksud adalah transparansi, kondisi keuangan, potensi risiko, dan keterbukaan informasi terhadap hal-hal tertentu yang diperlukan oleh perusahaan yang dapat dipahami dan diverifikasi oleh pihak yang berhak mengetahuinya.
Mengapa Transparansi Begitu Penting?
Terdapat tiga hal mendasar mengapa transparansi menjadi pilar utama dalam corporate governance yang sehat.
Pertama, membangun kepercayaan jangka panjang. Kepercayaan adalah aset yang paling berharga dalam bisnis. Investor akan lebih berani menempatkan modal mereka di perusahaan yang laporan keuangannya dapat dipercaya. Mitra bisnis pun akan lebih nyaman untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan perusahaan yang konsisten dalam transparansi operasionalnya. Serta, konsumen akan lebih setia kepada perusahaan yang tidak menyembunyikan informasi penting bagi mereka.
Kedua, mencegah penyalahgunaan wewenang. Ketika operasional sebuah perusahaan dilakukan tanpa pengawasan dan tata kelola yang memadai, maka celah untuk penyalahgunaan atau penyimpangan berpotensi membesar. Adanya transparansi ini menciptakan mekanisme alami, ketika pemangku kepentingan bisa mengawasi apa yang terjadi, maka potensi untuk bertindak curang pun akan semakin mengecil.
Ketiga, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Keterbukaan informasi bukan hanya dilakukan untuk publik, melainkan juga dilakukan secara internal. Hal ini memungkinkan semua pihak membuat keputusan yang selaras berdasarkan data yang akurat dan lengkap.
Tindakan Konkret Membangun Budaya Transparan
Membangun transparansi tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Justru perubahan yang paling bertahan lama biasanya dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi budaya. Pasalnya, kepercayaan itu tidak dibangun dalam sehari, melainkan hasil dari banyaknya bukti nyata integritas yang dipilih secara konsisten. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi itu tidak datang gratis, sehingga kepercayaan terhadap perusahaan harus dibayar dengan sesuatu, yang salah satu caranya adalah transparansi.
Transparansi Menunjukkan Integritas Perusahaan
Kembali lagi, transparansi yang konsisten ini membangun reputasi baik. Reputasi yang baik selaras dengan kepercayaan yang bertambah dan seluruh stakeholder menganggap bahwa perusahaan berintegritas yang pada akhirnya fondasi pertumbuhan bisnis menjadi sangat kokoh dan paling sulit untuk ditiru para pesaing.
Perusahaan yang berintegritas dalam pengungkapan keterbukaan informasi justru akan tampil sebagai perusahaan yang tangguh dan menjadi pilihan utama banyak pihak. Anggapan ini bukan karena perusahaan itu sempurna, tetapi karena perusahaan telah menanamkan budaya integritas dalam prinsip transparansi sehingga melahirkan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Informasi lebih lanjut:
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komitmen keterbukaan informasi dari BCA, silakan kunjungi halaman resmi kami di https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/aksi-korporasi
Sumber: Diolah dari berbagai sumber