

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar alat inovasi—ia telah menjadi bagian dari infrastruktur bisnis yang menentukan arah masa depan. Namun, di balik potensinya yang besar, pemanfaatan AI juga membawa tanggung jawab yang tidak kecil, mulai dari perlindungan data nasabah, transparansi algoritma, hingga dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah AI digunakan, melainkan bagaimana ia dikelola dengan tepat dan bertanggung jawab.
BCA menjawab tantangan ini dengan langkah konkret. Pada Februari 2026, BCA resmi meraih dua sertifikasi berstandar internasional secara bersamaan: ISO 27701:2019 untuk manajemen privasi data, dan ISO 42001:2023 untuk manajemen kecerdasan buatan. Pencapaian ini menjadikan BCA sebagai bank pertama di Asia Tenggara yang memperoleh sertifikasi ISO 42001—sebuah standar yang dirancang untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI dilakukan secara etis, transparan, aman, serta bertanggung jawab. Dua sertifikasi ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan cerminan dari komitmen tata kelola yang telah dijalankan secara sistematis.
Kerangka ISO 42001 sendiri pada dasarnya adalah instrumen governance. Ia mendorong organisasi untuk mendefinisikan tujuan pemanfaatan AI secara eksplisit, membangun mekanisme pengawasan yang akuntabel, serta memastikan setiap sistem AI selaras dengan nilai-nilai etika dan regulasi yang berlaku. Dalam konteks ini, pengelolaan AI yang baik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal bagaimana sebuah institusi menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang sehat, mulai dari akuntabilitas, transparansi, hingga kepatuhan. Bagi BCA yang memproses lebih dari 115 juta transaksi setiap harinya, kerangka tata kelola AI yang terstruktur adalah fondasi dari kepercayaan nasabah sekaligus pilar integritas operasional.
Lebih jauh, pengelolaan AI yang bertanggung jawab juga memiliki dimensi keberlanjutan yang kerap luput dari perhatian. AI yang dirancang dan dioperasikan secara efisien dapat berkontribusi pada pengurangan pemborosan sumber daya, baik dari sisi energi komputasi maupun proses operasional yang lebih ramping. Dengan menempatkan akuntabilitas sebagai inti dari tata kelola AI-nya, BCA memastikan bahwa setiap inovasi teknologi yang dihadirkan turut mendukung agenda keberlanjutan jangka panjang—tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Pencapaian ini menegaskan bahwa inovasi, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan bukan tiga hal yang terpisah—ketiganya saling menopang dan harus berjalan beriringan. BCA percaya bahwa masa depan perbankan digital yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika teknologi dikembangkan dengan integritas, dikelola dengan standar yang ketat, dan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi nasabah maupun lingkungan sekitar.
#BCAforSustainability
Sumber : diolah dari berbagai sumber.