

Peluang investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia sangat besar, didorong oleh potensi sumber daya melimpah, target investasi pemerintah yang ambisius ($1,682 triliun dalam 10 tahun), dan peningkatan minat investor baik domestik maupun asing. Sektor-sektor utama yang menjanjikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), panas bumi, energi angin, serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti penyimpanan energi.
Efisiensi dan keandalan investasi EBT memerlukan dukungan kebijakan pemerintah seperti insentif fiskal dan penyederhanaan perizinan, peningkatan ekosistem pendanaan (termasuk green financing), serta kemajuan teknologi yang mendukung efisiensi dan keandalan EBT. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kebutuhan pasar juga menjadi pendorong utama investasi ini.
Dengan perpaduan antara kebijakan transisi energi, kebutuhan industri untuk menurunkan emisi, serta dorongan kuat penerapan standar ESG global, EBT menjadi sektor strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru. Energi baru terbarukan bukan lagi sekadar proyek lingkungan, melainkan fondasi bagi transformasi industri yang lebih kompetitif, rendah karbon, dan berkelanjutan. Perusahaan teknologi, konsultan energi, pengembang proyek, dan pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk berkolaborasi membentuk ekosistem energi bersih yang lebih tangguh bagi masa depan Indonesia.
#BCAforSustainability
Sumber : diolah dari berbagai sumber