

Mengetahui cara menghitung HPP menjadi hal penting bagi UMKM agar keuangan tetap terkendali dan sehat. Harga Pokok Penjualan atau HPP membantu pemilik bisnis lebih mudah memahami total biaya yang dikeluarkan sehingga harga jual produk lebih tepat dan bisnis tidak merugi.
Tidak cuma itu, menghitung HPP juga membantu pemilik usaha dalam mengendalikan biaya produksi. Dengan begitu, bisnis dapat lebih efisien. Sebab, ketika biaya bahan baku, pengiriman, hingga persediaan tercatat dengan baik, maka menyusun strategi bisnis akan jauh lebih optimal.
Sebelum membahas mengenai rumus dan cara menghitung HPP, Anda perlu tahu dulu apa saja komponen utama dalam menentukan harga penjualan. HPP ditentukan dari total persediaan awal, yaitu stok barang yang sudah ada sebelum produksi dilakukan.
Lalu, ada pula biaya untuk pembelian bahan baku, ongkos pengiriman, juga biaya lain yang terkait dengan produksi pun harus dicatat dengan lengkap. Lalu, persediaan akhir barang yang belum terjual pada periode tertentu juga jadi komponen HPP yang mengurangi total biaya.
Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya produksi yang dikeluarkan sampai produk siap untuk dipasarkan ke pelanggan. HPP memainkan peran penting karena dapat membantu pemilik bisnis mengetahui potensi keuntungan dan memastikan harga produk sesuai dengan pasar. Berikut rumus dalam menghitungnya:
HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
Melalui perhitungan HPP, pemilik bisnis dapat menilai pengaruh biaya operasional terhadap margin usaha. Dari sini, pemilik juga dapat mengantisipasi potensi kerugian yang mungkin terjadi akibat biaya tersembunyi yang sering kali terlewat. Agar lebih jelas memahami HPP, perhatikan contoh perhitungannya berikut ini.
Suatu toko roti memproduksi 1000 roti tawar manis dalam satu bulan dengan rincian biaya seperti berikut:
Biaya untuk pembelian bahan baku: Rp6.000.000
Biaya listrik: Rp2.000.000
Biaya gas: Rp1.000.000
Biaya air: Rp500.000
Biaya karyawan: Rp7.000.000
Dari data tersebut, HPP untuk setiap satu roti tawar manis adalah:
= (Rp6.000.000 + Rp2.000.000 + Rp1.000.000 + Rp500.000 + Rp7.000.000) : 1000
= Rp16.500
Jadi, Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk satu buah roti tawar manis adalah Rp16.500.
Menghitung HPP secara manual tentu berisiko salah hitung dan memerlukan lebih banyak waktu. Terlebih saat jumlah kebutuhan pasar meningkat. Guna mengurangi berbagai risiko tersebut, memanfaatkan teknologi digital tentu jadi opsi tepat untuk dipertimbangkan.
Ocean by BCA hadir membantu UMKM mengintegrasikan pengelolaan keuangan agar lebih praktis dan akurat. Anda dapat menggunakan produk myBCA Bisnis, KlikBCA Bisnis, dan API untuk memudahkan pencatatan, memantau arus kas, serta efisiensi operasional.
API dari Ocean by BCA memungkinkan Anda menarik data mutasi rekening secara otomatis. Melalui fitur tersebut, pencatatan biaya produksi maupun pemasukan jadi lebih cepat tanpa perlu entri manual. Hal ini menghemat waktu, meningkatkan akurasi data, serta mengurangi potensi kesalahan.
myBCA Bisnis menawarkan akses multi rekening dalam satu platform. Melalui fitur ini, Anda bisa memantau transaksi masuk maupun keluar dari berbagai sumber dengan lebih mudah. UMKM pun dapat mengontrol arus kas secara efisien sehingga strategi keuangan lebih tepat sasaran.
Terakhir, KlikBCA Bisnis membantu mengatur transaksi pembayaran ke pemasok dan biaya produksi lainnya. Akses online dengan sistem keamanan tinggi menjamin transaksi lebih aman dan lancar. Dengan demikian, UMKM dapat menjaga stabilitas arus kas tanpa hambatan.
Semua fitur tersebut memudahkan Anda dalam mengelola operasional bisnis lebih efisien karena terintegrasi secara otomatis. Informasi lengkap tentang produk Ocean by BCA bisa Anda pelajari lebih lanjut di sini.