

Persaingan di dunia Food & Beverages (F&B) kini makin ketat, karena bukan cuma soal rasa, tapi juga diperlukan strategi jitu untuk meningkatkan nilai transaksi dan kepuasan pelanggan.
Salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan upselling, yang tidak hanya membantu meningkatkan omzet, tapi juga membuat pelanggan merasa lebih puas dengan pilihan yang mereka dapatkan.
Menariknya lagi, strategi upselling bisa dilakukan di berbagai jenis bisnis F&B, mulai dari kafe, restoran, atau usaha UMKM. Lantas, bagaimana cara menerapkan upselling agar bisnis F&B semakin menguntungkan? Simak pembahasannya berikut ini.
Secara umum, upselling dipahami sebagai strategi marketing di mana penjual mendorong pelanggan untuk membeli produk dengan nilai yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, pelanggan akan melakukan pembelian dengan harga yang lebih mahal, namun mereka akan mendapatkan kualitas dan keuntungan ekstra dari transaksi tersebut.
Selain bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi, upselling juga berperan agar pelaku bisnis bisa mendekatkan diri dengan pelanggan, sehingga mereka merasa dimanjakan dengan pilihan yang ada.
Misalnya, saat pelanggan ingin memesan kopi, Anda bisa menawarkan tambahan seperti susu almond, susu oat, sirup dan lain-lain. Contoh upselling minuman seperti ini tidak hanya efektif meningkatkan pemasukan, cara ini juga bisa memberi kesempatan pelanggan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan.
Berikut 6 cara upselling yang bisa Anda terapkan agar bisnis F&B semakin cuan dan pelanggan pun merasa lebih puas:
Sebelum menawarkan produk, Anda harus cermat dalam mengenali kebiasaan dan preferensi pelanggan. Mulai dari menu apa yang sering dipesan, kapan waktu berkunjung, hingga menu seperti apa yang menjadi favorit.
Dari sini, Anda bisa menyesuaikan penawaran yang akan terasa lebih personal tanpa memberikan kesan yang memaksa.
Dengan begitu, pelanggan akan merasa dihargai dan lebih terbuka terhadap rekomendasi yang Anda tawarkan.
Berikan pilihan produk dengan nilai yang lebih tinggi dari menu dasar. Misalnya, menawarkan minuman dengan ukuran large dengan tambahan harga sedikit lebih besar.
Cara ini dapat memberi pelanggan kesempatan untuk merasakan produk premium, namun mereka tidak akan merasa boros. Pendekatan semacam ini sangat efektif jika diterapkan di kafe atau restoran cepat saji, membuatnya sebagai contoh upselling produk yang sederhana namun berdampak pada peningkatan omzet.
Di dalam upselling, kemampuan staf dalam menawarkan produk dengan cara yang natural merupakan kunci keberhasilan strategi ini.
Kalimat-kalimat persuasif sederhana bisa sangat memicu transaksi tambahan, contohnya seperti “ingin coba varian signature kami hari ini?” atau “Kami punya menu bundle favorit pelanggan, porsinya pas dan harga lebih hemat!!”.
Saat memesan, pelanggan seringkali tergoda pada hal-hal kecil yang bisa menambah kepuasaan saat menyantap hidangan. Oleh karena itu, sediakan add-on menarik seperti tambahan topping, saus spesial, atau dessert mini untuk memicu upselling.
Pastikan add-on tersebut relevan dengan menu utama, termasuk mudah ditambahkan ke dalam sistem kasir atau aplikasi pemesanan.
Gabungkan beberapa menu jadi satu paket dengan harga sedikit lebih rendah daripada pembelian secara terpisah.
Dengan cara ini, pelanggan akan merasa mendapat keuntungan lebih besar meskipun mereka sebenarnya membeli lebih banyak.
Strategi ini merupakan contoh upselling di restoran yang umum digunakan untuk meningkatkan nilai transaksi tanpa mengurangi kepuasan pelanggan.
Dalam menerapkan strategi upselling, cobalah memberikan promosi berbasis waktu, seperti “Happy Hour” atau “Tea Time Specials”. Dengan adanya promo ini, pelanggan dapat terdorong membeli menu bernilai lebih tinggi karena terstimulasi untuk mendapat kesempatan terbatas dan eksklusif.
Kesuksesan upselling tak hanya bergantung pada strategi penawaran, tapi juga pada kemudahan bertransaksi. Pelanggan yang puas dengan pengalaman pembayaran cepat dan praktis cenderung lebih loyal dan sering kembali berkunjung.
Melalui EDC BCA dan QRIS BCA, bisnis Anda bisa menerima berbagai metode pembayaran yang aman dan lebih efisien, tanpa perlu antri lama dan tak perlu repot menghitung uang tunai.
Sistem ini juga membantu pemilik bisnis memantau transaksi harian dengan lebih mudah dan akurat.
Dengan layanan digital dari BCA, Anda bisa fokus pada hal terpenting, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kepuasan pelanggan.